Kelompok Hacker Canggih asal China Berhasil Serang Server Microsoft

Kelompok Hacker Canggih asal China Berhasil Serang Server Microsoft

Inspira News – Sekelompok hacker canggih asal Negeri Tirai Bambu, China berhasil mengeksploitasi celah pada layanan email yang dimiliki microsoft. Kelompok hacker tersebut bisa memperoleh hak akses ke komputer pengguna memanfaatkan celah layanan tersebut, dan ini sangat membahayakan.

Group hacker yang menamakan dirinya Hafnium diduga kuat adalah kelompok yang bertanggung jawab atas serangan ini. Melalui blog resminya, Microsoft mengemukakan bahwa ada celan yang rentan untuk diretas dalam software yang memungkinkan hacker untuk mengakses server Microsoft Exchange. Bahkan hacker juga bisa mengakses akun email pengguna, memasang malware tambahan serta mengakses akun korban dalam jangka waktu lama.

Dalam blog tersebut, Microsoft juga memberikan solusi untuk menambal celah keamanan tersebut, yakni dengan cara mengunduh software tambahan yang telah disediakan oleh Microsoft. Selain itu pihak Microsoft juga telah membagikan informasi ini dengan pelanggan serta komunitas keamanan untuk segera menambal semua sistem yang rentan.

Terkait dengan group hacker Hafnium, Microsoft mengetahui hal tersebut dari pola penyerangan. Selain itu pihaknya juga mengungkap bahwa Hafnium merupakan kelompok hacker canggih yang disupport oleh pemerintah mereka. Meskipun berbasis di China, kelompok tersebut menyerang target Amerika menggunakan server pribadi virtual yang juga berbasis di Amerika Serikat.

Kelompok hacker Hafnium selama ini menargetkan entitas di Amerika Serikat di sejumlah sektor industri, mulai dari peneliti penyakit menular, firma hukum, lembaga universitas, kontraktor pertahanan, pembuat kebijakan, hingga organisasi non pemerintah.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin membantah tuduhan tersebut. Mereka dengan tegas menentang dan memerangi segala bentuk kejahatan siber sesuai dengan hukum yang berlaku. “Menghubungkan serangan dunia maya langsung ke pemerintah adalah masalah politik yang sangat sensitif,” kata Wang Wenbin.

CATEGORIES
TAGS
Share This