Simak Asal Usul dan Sejarah Nyimas Gandasari, Prawan Sunti yang Sakti

Simak Asal Usul dan Sejarah Nyimas Gandasari, Prawan Sunti yang Sakti

Dalam kisah rakyat, Nyimar Gandasari diceritakan sebagai murid Sunan Gunung Jati berwajah rupawan. Pada catatan yang berbeda pula, sejarah Nyimas Gandasari merupakan anak angkat dari pangeran Cakrabuana.

Asal Usul dan Sejarah Nyimas Gandasari

Namun, cerita Nyimas Gandasari sebenarnya memiliki beberapa versi yang berbeda. Beberapa juga menyebutnya sebagai putri dari Sayyid Malik Sholeh yang berasal dari Aceh, namun dibawa oleh Ki Kuwu Cirebon menuju Jawa.

Tujuan dibawanya Nyumas Gandasari adalah untuk mengislamkan Raja Galih. Ia pun, mencoba berbagai cara agar bisa melaksanakan tujuannya itu. Nyimas Gandasari bahkan dikisahkan menyamar sebagai wanita cantik oleh Syech Syarif Hidayatullah. Penyamaran inilah yang membuatnya dijuluki Nyumas Ratu Ayu Gandasari.

Sejarahnya memiliki sejumlah versi, salah satunya yang menyebutkan jika Ratu Mas Gandasari sebagai keponakan dari Fatahillah, putri Mahdar Ibrahim bin Abdul Ghafur. Ia, dianggap berjasa dalam menyebarkan agama Islam di wilayah Cirebon hingga akhir kematiannya.

Tak hanya cantik, Nyimas Gandasari juga merupakan seorang wanita tangguh yang pandai bermain silat. Meski, dalam hidupnya Ia kemudian memilih untuk menjadi perawan sunti. Meski begitu, Ia pernah mengadakan sayembara berupa duel adu kesaktian guna mencari suami yang diinginkan.

Pencariannya gagal, karena tak seorang pun dari pria tersebut yang berhasil menandinginya. Kesaktiannya tersebut, bukan berarti tak tertandingi. Ia, sempat dikalahkan oleh seorang pemuda Gondrong dari Mesir. Namun, ketidaktertarikan Nyimas akhirnya membuatnya tetap tak memilih siapapun.

Pemberian Nama Nyimas Gandasari

Berdasarkan legenda yang berkembang di masyarakat sekaligus dipercaya, pemberian nama Ganda Sari adalah julukan. Julukan ini disematkan lantaran Nyimas adalah wanita yang sangat bersih dan menyukai wewangian. Harum tubuhnya bahkan dikisahkan berlipat-lipat.

Nama ganda berasal dari Bahasa Cirebon yang berarti berlipat, sementara sari yang berarti wewangian. Tak hanya Ganda Sari, Ia juga memiliki julukan yang lain yaitu Nyimas Pangurangan. Ini adalah nama desa atau padikuhan dimana Ia tinggal dan dibesarkan.

Panguran menjadi wilayah kekuasaannya, yang dihadiahkan dari Sultan Cirebon sebagai bentuk terima masih atas jasa-jasa yang Ia berikan. Beda halnya dengan sejarah Indramayu dimana Nyimas Gandasari juga dipercaya sebagai Nyi Endang Darma, salah seorang pendiri dari Indramayu.

Panglima Perang Terkuat

Selama hidupnya, Nyimas Gandasari pernah menjadi seorang panglima perang paling tersohor. Ia, bahkan merupakan satu-satunya panglima perang wanita yang sangat kuat dalam sejarah berdirinya Kerajaan Cirebon. Jasanya yang paling menonjol, adalah ketika Ia berhasil membobol benteng pertahanan Kerajaan Sunda Galuh.

Berkat jasanya inilah, Kerajaan Cirebon berhasil menaklukkan Galuh dalam kekuasaannya. Besar dugaan, jika Nyimas Gandasari diberikan hadiah berupa wilayah kekuasaan di Desa Panguragan karena keberhasilannya itu.

Saat ini, makan Nyimas Gandasari bisa dilihat di Desa Pangurangan Kabupaten Cirebon. Makamnya cukup ramai dikunjungi warga yang berasal dari pelbagai wilayah khususnya Cirebon. Meski begitu, hingga akhir hayatnya Ia dikisahkan tak memiliki suami sehingga tak memiliki keturunan.

Pilihan hidup dan kisahnya ini cukup melegenda. Meski dianugerahi paras cantik dan kekuatan besar, Ia pada akhirnya meninggal seorang diri tanpa duka mendalam suami ataupun anak-anaknya.

Sampai saat ini, Nyimas Gandasari tetap dikenang berkat jasanya. Makamnya yang berada di Desa Panguragan, Kabupaten Cirebon Jawa Barat dengan luas enam hektar pun kerap didatangi pelayat. Kompleks ini, dulunya merupakan padepokan Mangkuragan yang dipimpin langsung dalam sejarah Nyimas Gandasari.

CATEGORIES
TAGS
Share This