Terbukti Menyuap, Empat Vendor Pengadaan Bansos Corona Dicecar KPK

Terbukti Menyuap, Empat Vendor Pengadaan Bansos Corona Dicecar KPK

Inspira News – Kasus korupsi bantuan sosial corona se-Jabodetabek tahun 2020 terus bergulir dan makin seru. Pihak Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja keras dalam mengumpulkan bukti kuat dugaan adanya aliran dana dari vendor bansos tersebut ke mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Saat ini, penyidik sedang menelisik keterlibatan berbagai vendor pemenang pengadaan bansos corona tersebut. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan sebanyak empat saksi dari perusahaan diperiksa oleh KPK. Mereka antara lain Kunto swasta PT. Dharma Lantara Jaya; Joyce Josephine swasta PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero); Jonni Sitohan Direktur PT. Riskaindo Jaya dan Raka swasta PT. Afira Indah Megatama.

“Tim Penyidik KPK masih melakukan pendalaman diantaranya terkait dengan perusahaan dari para saksi yang menjadi vendor dalam pelaksanaan Bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI serta dugaan aliran sejumlah uang kepada tersangka JPB (Juliari P.Batubara) melalui tersangka MJS (Matheus Joko Santoso),” kata Ali seperti dilansir dari suara.com, Kamis (18/3/2021).

Sejauh ini, Juliari Batubara diduga mendapatkan fee dari vendor-vendor tersebut sebesar Rp10 ribu per paket bansos. Total yang didapatkan oleh Juliari dan beberapa pegawai Kementerian Sosial dari program bansos Covid-19 sebesar Rp17 Miliar. Dari jumlah tersebut, Rp8,1 Miliar diduga diberikan kepada politisi PDI Perjuangan. Selain itu Juliari juga dijanjikan akan mendapatkan jatah fee hingga Rp8,8 Miliar pada pengadaan bansos periode kedua.

Hingga saat ini dua orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di ruang lingkup Kementerian Sosial telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK. Mereka adalah Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) yang terlibat menerima suap dalam kasus ini, serta Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke dari pihak swasta sebagai pemberi suap.

Saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), pihak KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp14,5 Miliar. Uang tersebut dibagi menjadi dua jenis yakni mata uang rupiah dan mata uang asing dengan rincian Rp11,9 Miliar dalam bentuk rupiah, USD 171,085 atau setara dengan Rp2,4 Miliar dan SGD 23,000 atau setara dengan Rp243 Juta.

CATEGORIES
TAGS
Share This